Sejarah Batik Cirebon

sejarah batik cirebon

Sejarah batik Cirebon sudah dimulai lama, bahkan jauh sebelum era Kemerdekaan. Cirebon juga merupakan pusat batik tertua yang memiliki andil terhadap ragam pola batik di pusat-pusat industri batik Jawa Barat lainnya. Seperti jenis batik yang lainnya, Batik Cirebon sendiri juga memiliki sejarah yang unik.

Menurut sejarah batik Cirebon dimulai dari Pelabuhan Muara Jati (yang kini disebut Cirebon) dijadikan sebagai tempat persinggahan para pedagang asing seperti dari Arab, Tiongkok, India, serta Persia. Dengan banyaknya pedagang yang bersinggah dan membawa budayanya, maka tergeraklah untuk membuat kebudayaan baru, salah satunya adalah Batik Cirebon.

Berbicara tentang perkembangan Batik Cirebon tidak akan bisa lepas dari Trusmi, yaitu suatu tempat di Cirebon yang sekarang menjadi sentra batik. Trusmi diawali oleh seorang pemuka agama Islam, bernama Ki Buyut Trusmi. Pada awalnya Ki Buyut Trusmi bersama dengan Sunan Gunung Jati, menyebarkan Agama Islam di kawasan desa Trusmi. Selain mengajarkan Agama Islam, mereka juga mengajari warga setempat keterampilan membatik. Dari kebiasaan mengajarkan keterampilan batik tersebut, maka desa Trusmi terus berkembang hingga kini menjadi pusat Batik Cirebon.

Hingga kini, Batik Cirebon dikenal akan pola berbentuk awan-awan menarik yang disebut sebagai pola Mega Mendung. Motif ini telah menjadi ikon batik pesisiran Cirebon. Pola Mega Mendung ini juga menjadi ciri khas karena pola ini tidak dapat ditemui lagi di penghasil batik pesisir lainnya di sisi utara Jawa. Selain unik dan menarik, pola Mega Mendung juga memiliki konsep dan arti yang kuat. Dalam faham Taoisme, awan merupakan lambang dunia atas. Bentuk awan merupakan gambaran dunia yang luas, bebas, dan memiliki makna ketuhanan. Konsep mengenai awan juga berpengaruh di dunia seni rupa Islam abad ke-16, yang dipakai oleh kaum Sufi untuk menggambarkan dunia besar atau alam bebas. Dari budaya-budaya tersebut, terjadilah asimilasi yang kemudian menghasilkan budaya batik yang baru, yaitu pola batik Mega Mendung.

Sejarah batik Cirebon tidak hanya terdiri dari satu pola Mega Mendung itu saja. Memang, yang paling dikenal oleh masyarakat luas dari Batik Cirebon sendiri adalah pola Mega Mendung tersebut, tetapi ada banyak lagi jenis pola batik khas Cirebon yang masih belum dipengaruhi oleh budaya luar Jawa, seperti batik Paksinaga Liman, Patran Keris, Singa Payung, Singa Barong, Banjar Balong, dan Ayam Alas. Terdapat juga pola yang unik karena didasari oleh sejarah yaitu Batik Kompeni, menggambarkan kondisi tanam paksa saat Indonesia masih dijajah oleh Belanda. Adanya variasi pola Batik Cirebon, dengan warna-warnanya yang berani dan menyala, membuat Batik Cirebon sangat unik dan berbeda dengan batik-batik umumnya seperti Batik Yogyakarta atau Surakarta. Keunikan tersebut yang menjadikan Batik Cirebon sebagai objek kebudayaan berharga yang perlu dijaga serta dilestarikan.

Batiksolo.ID 08118605394 adalah toko batik online yang menyediakan aneka jenis batik berkualitas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *