Prosesi Lamaran Menurut Adat Jawa

lamaran adat jawa

Peradaban Jawa yang sudah ada sejak ribuan lalu tahun lalu menghasilkan budaya yang hingga kini masih bisa kita lihat atau bahkan dijalani sampai sekarang. Tata cara dalam berkehidupan sudah jauh dirumuskan oleh nenek moyang kita. Setiap prosesi dan adat yang dirumuskan mengandung arti yang luhur. Seluruh sendi kehidupan orang Jawa diatur oleh adat istiadat tersebut secara turun temurun. Salah satu fase kehidupan yang diatur dengan adat istuadat orang Jawa ialah pada saat melamar seorang wanita untuk dijadikan istri. Pada adat Jawa, melamar seorang wanita juga terdapat tata cara tersendiri yang kesemua tahapannya mengandung arti dan pengharapan yang baik untuk kehidupan calon mempelai kelak. Melamar atau meminang seorang wanita untuk dijadikan istri dikenal dengan istilah “nembung”. Prosesi lamaran adat Jawa antara lain sebagai berikut:

1. Congkong. Congkong adalah proses dimana keluarga pria yang hendak melamar seorang wanita mengirim utusan untuk menanyakan keadaan wanita yang akan dilamar. Pada jaman dahulu proses congkong harus dilakukan untuk mengetahui kesedian wanita maupun keluarganya untuk dijadikan istri karena pernikahan jaman dulu seringnya terjadi tanpa ada proses pengenalan satu sama lain terlebih dahulu. Proses ini diakhiri dengan memberi kesempatan bagi keluarga dari pihak wanita untuk langsung memberi jawaban ataupun menunggu beberapa waktu untuk memberi jawaban. Sedangkan congkong pada jaman sekarang hanya bersifat formalitas saja untuk mengutarakan niat baik seorang pria yang menginginkan wanita dari sebuah keluarga tersebut untuk dipinang. 

2. Salar. Prosesi salar dijalani jika pada tahapan congkong pelamar pria belum mendapat jawaban dari pihak keluarga wanita. Salar juga dilakukan dengan mengirim seorang utusan. Salar bertujuan untuk mendapatkan kepastian apakah proses lamaran ini diterima dan bisa berlanjut ke tahap selanjutnya.

3.Nontoni. Proses nontoni adalah proses pertemuan pertama antar calon mempelai pria dengan calon mempelai wanita. Diawal sudah dijelaskan bahwa pada jaman dahulu pernikahan antara pria dan wanita tidak didahului oleh perkenalan terlebih dahulu sehingga tahapan nontoni ini menjadi yang pertama kalinya tatap muka. Prosesi nontoni pada jaman sekarang cenderung bertujuan untuk mengenalkan keluarga besar pihak pria dengan pihak keluarga pihak wanita.

4. Nglamar. Prosesi nglamar pihak dari calon menpelai pria mengutus seseorang (dari kerabat) untuk menentukan tanggal hari baik untuk melaksanakan pernikahan. Pada penentuan tanggal baik ini, masyarakat Jawa percaya adanya perhitungan weton dari kedua calon mempelai supaya dihitung dengan sistem tertentu untuk menemukan hitungan hari atau tanggal yang baik untuk melaksanakan hajatan. 

Prosesi lamaran adat Jawa sesuai dengan urutan sekarang sudah banyak tidak dilakukan terutama di Jakarta. Di Jawa Tengah sendiri masih banyak kita ketemukan prosesi tersebut.