Motif Batik Tradisional Dan Maknanya

motif batik tradisional

Pada umumnya, terdapat 3 jenis motif batik. Yakni motif tradisional, motif pesisir, dan motif kontemporer. Jenis motif batik tersebut dibagi berdasarkan daerah asalnya, maknanya, dan gambarnya. Motif batik tradisional dianggap lebih memiliki makna yang filosofis, dan berasal dari kepercayaan masyarakat jawa, terutama para pengrajinnya. Umumnya motif batik tradisional mengandung warna-warna gelap, yang didominasi warna coklat, serta memancarkan kewibawaan dan keseriusan. Motif batik dinilai dari ragam keindahan visual dan keindahan filosofinya. Keindahan visual ini berarti datang dari indera pengelihatan manusia, yang mana timbul dari harmoni perpaduan berbagai warna dan susunan berbagai bentuk. Sedangkan keindahan filosofi, didapatkan dari pemahaman terhadap pesan-pesan yang ingin disampaikan melalui gambar-gambar pada kain batik.

Daerah-dareah yang menghasilkan motif batik tradisional ini pada umumnya adalah Solo, Yogyakarta, Sragen, dan Semarang. Berikut ini motif-motif yang berasal dari beberapa daerah tersebut:

  • Batik Sido Luhur. Motif batik ini mencerminkan sebuah harapan bahwa pemakainya dapat mencapai kehidupan yang luhur, terhormat dan bermartabat. Serta selalu sehat secara jasmani dan rohani.
  • Batik Sido Mukti. Motif batik ini sering digunakan pada acara pernikahan. Makna filosofis di dalamnya adalah kemakmuran, serta harapan agar seseorang dapat mencapai kebahagian lahir dan batin.
  • Batik Sido Mulyo. Motif batik ini memberikan sebuah harapan agar seseorang mencapai kemuliaan. Batik ini juga biasa dipakai ┬ádalam perkawinan, dengan harapan kelak keluarga baru ini akan berhasil dan mendapatkan kehormatan.
  • Batik Cuwiri. Batik ini kerap digunakan untuk memperingati usia bayi dalam kandungan yang sudah mencapai 7 buan. Filosofi di dalamnya adalah harapan agar lahir ┬ásudah memiliki hal hal yang bermanfaat, sehingga disegani oleh masyarakat.
  • Batik Kawung. Makna kain ini adalah sebuah visualisasi nurani yang lurus
  • Batik Tambal. Filosofi batik ini adalah harapan agar seseorang yang sedang sakit segera sehat, dan kerusakan pada dirinya dapat segera diperbaiki.
  • Batik Truntum. Batik ini juga kerap digunakan pada acara pernikahan. Namun batik ini dipakai oleh orang tua kedua calon pengantin. Karena diharapkan orang tua kedua calon pengantin dapat memberikan tuntunan yang baik kepada kedua mempelai dalam menjalani lembaran hidup baru keluarganya.
  • Batik Parang. Motif ini terinspirasi dari batu terjal yang kokoh diterpa gelombang laut, melambangkan keinginanan yang tidak tidak pernah mati. Motif ini juga melambangkan kekuasaan.
  • Batik Grompol. Filosofi dibalik motif batik ini adalah harapan ibu bapak terhadap buah hatinya, dimana semua hal yang berguna dapat menjadi satu. Seperti rejeki, kebahagiaan, ketentraman dan kerukunan.

Batiksolo.id 08118605394 merupakan toko online batik dan menyediakan aneka batik berkualitas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *