Mengenal Pewarna Alami Batik

pewarna alami batik

Sebelum teknologi pembuatan batik sudah berkembang seperti sekarang, proses penciptaan batik jaman dulu menggunakan pewarna alami batik. Warna-warna alami tersebut didapat dari bahan nabati yang mudah dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa bahan yang digunakan untuk pewarna alami batik antara lain:

  1. Daun Teh. Bagian daun teh yang digunakan ialah daun yang sudah tua. Daun yang sudah tua menghasilkan warna cokelat pada kain.
  2. Alpukat. Bagian tanaman yang digunakan adalah daunnya. Daun alpukat diolah untuk mendapatkan warna hijau kecoklatan.
  3. Daun Jati. Daun jati selain populer sebagai pewarna masakan gudeg, ternyata juga digunakan untuk mewarnai batik. Daun pohon jati menghasilkan warna merah kecoklatan.
  4. Tarum. Tarum termasuk tanaman polong-polongan, tanaman ini menghasilkan warna biru pada kain batik.
  5. Mangga. Bagian yang digunakan pada tanaman ini adalah daun serta kulit pohonnya. Kulit serta daun mangga akan menghasilkan warna hijau.
  6. Mengkudu. Mengkudu atau nama lainnya adalah pace diambil akarnya untuk pewarnaan. Akar mengkudu menghasilkan warna merah.
  7. Daun Andong. Selain mangga, tanaman andong juga menghasilkan warna hijau pada kain batik. Andong adalah jenis tanaman hias yang mudah dijumpai. Daunnya berwarna hijau atau merah kecoklatan.
  8. Kelapa. Untuk bahan pewarna batik, bagian yang digunakan dari tanaman ini adalah sabutnya. Sabut kelapa yang diolah menghasilka warna krem atau coklat muda.
  9. Putri Malu. Tanaman liar yang punya ciri khas menguncup bila disentuh ini ternyata juga menjadi bahan pewarna batik. Bagian tanaman yang dipakai adalah bunga dan daunnya. Daun dan bunga putri malu menghasilkan warna kuning kehijauan.
  10. Secang. Secang adalah sejenis tanaman yang termasuk dalam keluarga polong-polongan. Bagian tanaman yang diambilnadalah kulit kayunya. Secang memang memiliki ciri khas warna merahnya yang keluar bila diaeduh dengan air. Warna merah inilah yang dimanfaatkan dalam proses pewarnaan batik.
  11. Kunyit. Kunyit sudah terkenal sebagai bahan yang serba guna. Di masyarakat Jawa, kunyit tak hanya jadi bahan baku jamu, tapi juga digunakan dalam masakan, atau ritual perawatan tubuh putri raja jaman dulu. Warna kuningnya yang khas juga dimanfaatkan untuk bahan pewarna batik.
  12. Bawang merah. Tanaman ini ternyata tak hanya digunakan sebagai bumbu dalam masakan, tetapi juga dapat digunakan dalam proses mewarnai kain batik. Warna yang dihasilkan dari bawang merah adalah jingga kecoklatan yang khas.

Beberapa diantara pewarna alami batik sesungguhnya sangat familiar dalam kehidupan kita sehari-hari. Kain batik yang dihasilkan dari proses pewarnaan alami ini memang lebih mahal karena prosesnya yang lebih panjang dibanding jika menggunakan pewarna sintetis yang lebih instan. Meskipun begitu pewarnaan alami menggunakan bahan-bahan tersebut menghasilkan gradasi yang unik karena setiap komponen unsur dalam bahan-bahan tersebut menghasilkan warna yang tidak seragam. Toko Batik online BatikSolo.ID menyediakan aneka batik dengan harga terbaik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *