Kain Batik Lamaran Adat Jawa

kain batik lamaran

Peradaban tanah Jawa merupakan salah satu peradaban tua yang ada di dunia, beberapa bukti
menyebutkan manusia tegak pertama (Pithecantropus erectus) ditemukan di desa Trinil, Sragen.
Catatan tersebut sedikit menyibak sejarah awal kehidupan manusia di tanah Jawa ini bermula.
Stereotipe yang melekat pada budaya Jawa yang luhur dan terkesan tenang agaknya berasal dari hasil
budaya Jawa yang diwujudkan dalam perlambangan. Warisan kolektif tersebut tanpa sadar mengakar
pada pribadi orang-orang Jawa yang lebih senang mengemukakan maksudnya dalam sebuah
perlambang. Kain batik menjadi bagian perlambangan didalam setiap fase kehidupan orang Jawa, termasuk kain batik lamaran ini.

Indahnya perlambangan melalui batik dapat kuta jumpai pada motif batik Surakarta, yaitu Satrio
Manah dan Semen Rante. Dalam pemakaiannya, kedua motif tersebut dikenakan oleh sepasang
kekasih saat prosesi lamaran, sehingga biasa disebut sebagai kain batik lamaran. Motif Satrio Manah dipakai oleh calon mempelai pria, sedangkan
Semen Rante dipakai oleh calon mempelai wanita. Filosofi yang terkandung dalam motif Satrio
Manah ialah diibaratkan sang pria sedang memanah (menetapkan) pilihan hatinya pada seorang
wanita. Satrio berarti kesatria, manah berarti memanah, mengarahkan pada satu bidikan.
Sedangkan Semen Rante dari kata semen, semai (menyemai) dan rante sebuah rangkaian saling
terikat yang tidak putus. Motif Semen Rante melambangkan bahwa sejak dipinang, maka hati wanita
tersebut tertutup untuk pria lain. Semen mengandung filosofi bahwa cinta yang terjalin antara
sepasang kekasih tersebut akan selalu bersemi dihati masing-masing. Dalam motif Semen Rante
terdapat gambar meru atau gunung. Perlambangan meru ini oleh orang Jawa diknai sebagai gunung
sebagai tempat berseminya segala jenis tumbuhan, sehingga diharapkan wanita yang memakai motif
Semen Rante ketika dipinang harus siap menjadi tempat persemaian oleh lelaki yang
menyuntingnya.

Terkadang sebagai individu yang tumbuh dalam masyarakat modern, batik hanya dipandang sebagai
hasil luhur kebudayaan masa lampau yang membuat bangga hati ketika pantas mengenakan salah
satu motif atau warna kain batik yang dikenakan. Namun sedikit sekali yang mengerti makna
sesungguhnya motif setiap batik tersebut.

Ketika berkunjung ke kota Solo tak ada salahnya menyelipkan agenda liburan mengunjungi berbagai sentra sentra batik di Solo raya dan sekitarnya. Apabila anda membutuhkan kain batik secara online, toko batiksolo.ID bisa anda kunjungi dari gawai anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *