Kampung Batik Laweyan Urat Nadi Batik Khas Solo

kampung batik laweyan

Kampung Batik Laweyan adalah nama yang tersohor sebagai pusat penghasil batik di kota Solo. Ciri khas kampung ini secara arsitektur mudah sekali dikenali, ciri rumah produksi batik di kampung ini memiliki tembok yang menjulang tinggi dengan nuansa tradisional. Tembok yang menjulang tinggi tersebut bertujuan untuk melindungi privasi pengusaha batik. Sebagian besar penduduk kampung Laweyan adalah pengusaha batik yang dilakukan di rumah mereka masing-masing. Kawasan yang terletak di Jalan Dr. Radjiman nomor 521 ini menjadi tujuan wisata populer di kota Solo. Wisatawan tak hanya disuguhkan kekhasan arsitektur bangunan namun juga bisa belajar membatik disini, baik batik tulis maupun batik cap. Kawasan wisata kampung batik Laweyan buka dari hari Senin-Sabtu.

Asal penamaan kampung Batik Laweyan berasal dari kata ‘lawe’ yang miliki makna material bahan jenis kain. Sejatinya, bila dibandingkan dengan usia keraton Solo sendiri wilayah Laweyan lebih tua, karena kampung Laweyan sudah ada sejak jaman Keraton Pajang. Kerajaan Pajang merupakan awal mula keberadaan keraton Kartasura dan Surakarta. Petilasannya saat ini masih bisa ditelusuri di wilayah kecamatan Pajang. Tokoh yang terkenal yang mengajarkan masyarakat kampung Laweyan membuat batik adalah Kyai Ageng Henis, beliau merupakan keturunan dari Raja Brawijaya V. Kelak cucu Ki Ageng Henis bernama Sutawijaya kemudian yang menjadi raja pertama kerajaan Mataram. Seiring berjalannya waktu produksi batik yang dilakukan massal oleh penduduk kampung Laweyan berkembang pesat sehingga menjadikan Laweyan menjadi sentra produksi batik. Banyak saudagar-saudagar besar yang lahir dari kegiatan ini, sehingga timbullah istilah Mbok Mase di kalangan saudagar batik Laweyan. Mbok Mase adalah julukan untuk saudagar batik perempuan di kampung Laweyan. Berkat batik pula berdiri organisasi kebangsaan yang belakangan juga menjadi wadah pejuang nasional untuk mengupayakan kemerdekaan. Organisasi tersebut adalah Sarekat Dagang Islam yang didirikan oleh H.Samanhudi. Awalnya organisasi ini hanya bertujuan untuk mewadahi kegiatan produksi batik namun berubah menjadi salahsatu organisasi kebangsaan.

Kejayaan Kampung Batik Laweyan berada pada puncaknya pada periode 1800-an, namun memasuki tahun 1970 ketika industri batik printing dari Cina mulai masuk ke Indonesia batik Laweyan menjadi lesu. Para pengusaha batik yang saat itu masih bertahan berada pada kondisi hidup segan mati tak mau. Jumlah pengusaha batik menurun drastis, tidak ada regenerasi karena generasi muda penduduk kampung Laweyan tidak melihat batik sebagai usaha yang menjanjikan seperti masa silam. Namun saat periode 2000-an batik mulai menunjukkan geliatnya kembali. Salah satu tokoh kampung Laweyan menggagas didirikannya wisata Kampung Batik Laweyan, ide ini kemudian disetujui oleh Joko Widodo yang saat itu masih menjabat sebagai walikota Solo. Saat ini sudah ada lebih dari 75 pengusaha batik serta sebanyak 215 motif batik berasal dari Laweyan sudah dipatenkan.

Jika berkunjung ke kota Solo bertandang ke kampung batik Laweyan menjadi suatu pengalaman yang berkesan. Gaya arsitektur bangunannya yang kental nuansa kuno sayang bila diabaikan begitu saja, workshop dapur batik untuk merasakan pengalaman langsung membuat secarik kain batik, serta wisata belanja batik berkualitas mulai dari batik tulis, batik cap ataupun batik kombinasi antara cap dan tulis, http://batiksolo.id 08118605394 toko batik online menyediakan batik solo produk Kampung Batik Laweyan.

Jenis Kain Bahan Pembuatan Batik

kain bahan pembuatan batik

Kain bahan pembuatan batik yang menghasilkan kualitas batik (batik tulis dan cap) terbaik harus memenuhi persyaratan tertentu. Persyaratan tersebut diantaranya serat kain tidak akan rusak oleh karena proses pembuatan batik, kain bersifat mudah diwarnai pada suhu ruangan karena lilin/malam yang diaplikasikan pada kain batik akan meluruh saat terkena panas. Pada umumnya serat kain yang terbuat dari serat tumbuhan atau serat protein hewan dapat memenuhi persyaratan tersebut. Berikut beberapa kain sebagai bahan dasar pembuatan batik.

  1. Kain Mori. Kain mori bertekstur halus karena terbuat dari kapas. Kain mori sangat lazim sebagai bahan baku pembuatan batik. Mori dibedakan menjadi dua, kain yang biasa dipakai untuk batik adalah kain mori yang sudah mengalami proses pemutihan (bleaching) sedangkan mori yang tidak mengalami proses bleaching disebut blacu. Motif juga memiliki beragam jenis, jenis-jenis kain mori sebagai berikut: a) Kain Mori Prisima. Kain ini adalah jenis mori yang sifatnya paling halus. Batik dari kain jenis ini tentunya memiliki harga yang terbilang tinggi. b) Mori Prima. Kualitas mori prima berada dibawah prisima. 3) Mori Biru. Mori jenis ini merupakan kualitas terendah dari kain mori karena teksturnya lebih kasar dibanding jenis mori lainnya.
  2. Kain Katun. Kain katun juga lazim digunakan dalam industri batik modern. Adanya perkembangan teknologi yang mampu memproduksi bermacam-macam kain jenis katun. Ada beberapa tipe kain katun yang dapat diproduksi menjadi kain batik. a) Katun Grey. Katun ini sebenarnya diperoleh dari kain yang tidak diputihkan sehingga menghasilkan warna yang agak keabu-abuan. Kain ini biasa digunakan pada batik yang tidak mengandung warna putih. b) Katun Prima. Sifatnya kebih tipis dengan pintalan tidak rapat, namun jenis ini masih nyaman bila dipakai harganya pun lebih ekonomis. c) Katun Mercerized. Kain katun jenis ini sifatnya tidak akan banyak meyusut saat proses pencucian.
  3. Kain Sutra. Kain sutra memang salah satu jenis kain yang terbilang premium. Kain sutra yang penggunaannya hanya untuk pakaian saja harganya terbilang tinggi, apalagi melalui serangkaian proses pembatikan maka batik dengan kain jenis ini tentu memiliki harga yang mahal. Kain ini memiliki beberapa keunggulan. Antara lain sifatnya yang kuat, halus saat menyentuh kulit, mampu menyerap keringat dengan baik, permukaan kainnya yang tampak kemilau memberikan kesan mewah, kain sutra ternyata mampu melindungi pengaruh buruk terhadap sinar ultraviolet.

Pemilihan jenis kain bahan pembuatan batik , baik batik tulis maupun cap sangat berpengaruh pada segi harga dan kenyamanan saat dikenakan. Batik dengan kain sutra memang memiliki kualitas premium, namun kain mori yang lazim dipakai untuk batik umumnya sudah menghasilkan batik halus yang berkualitas. Pilihan apapun yang dijatuhkan akan lebih bermakna bila kita menghargai batik lebih dari keelokan motif dan keindahan warnanya semata. BatikSolo.ID 08118605394 menyediakan aneka kain batik Solo dengan beragam kualitas