Batik Lokcan Batik Burung Phoenix

batik lokcan batik burung

Keberadaan pendatang etnis Tionghoa yang menetap dan bermukim menjadi pengusaha batik di wilayah pesisir Jawa membawa dampak yang besar terhadap corak khas batik-batik pesisiran. Ornamen-ornamen khas Cina yang sering ditemui pada batik pesisiran lazimnya berbentuk burung hong/phoenix, naga, dan ragam hias ukir yang ditemukan pada keramik-keramik Cina seperti mega mendung menjadi inspirasi pada pola-pola motif batik Lasem. Di Lasem, terdapat jenis batik pesisiran yang mendapat pengaruh budaya Tionghoa yaitu batik lokcan. Sebagian berpendapat batik lokcan identik dengan burung hong, yang berarti batik lokcan batik burung phoenix motifnya. Namun sebagian yang mengetahui sejarahnya berpendapat bahwa lokcan lebih mengacu pada material kain bahan batiknya bukan merujuk pada motifnya.

Lokcan, dalam bahasa Canton berarti sutra biru (lok=biru, can=sutra). Batik lokcan adalah jenis batik yang bahannya berasal dari sutra berwarna biru motifnya khas ornamen-ornamen yang identik dengan budaya etnis Cina. Batik lokcan kemudian berkembang menjadi batik eksklusif yang diminati oleh kalangan menegah keatas. Bahan kain sutra pilihan didatangkan langsung dari Cina. Namun pada retang waktu ketika pendudukan Jepang berlangsung, produksi batik lokcan mengalami kendala berarti. Kesulitan ekonomi yang dialami para saudagar batik ketika itu membuat impor kain sutra sebagai bahan dasar produksi batik lokcan terhenti. Para saudagar batik di wilayah pesisir pulau Jawa diharuskan memenuhi pesanan kain batik oleh Jepang, maka terciptalah batik hokokai.

Akibat pengaruh pendudukan Jepang dan krisis, tak hanya sutra saja yang sukit didapatkan, bahkan kain mori yang lazim dipakai untuk bahan dasar batik pun sangat sukit ditemui. Pada masa oendudukan Jepang itu produksi batik lokcan sebenarnya masih berlangsung, hanya saja bahan kainnya bukanlah berasal dari sutra cina melainkan diganti dengan kain mori. Meski demikian, batik yang tercipta dari kain mori pun tetap dijuluki batik lokcan karena masih mempertahankan ciri khas batik lokcan original pada batik serupa dengan perbedaan material kain.

Ciri khas batik lokcan  ialah ornamen utamanya berupa burung hong/phoenix. Pada setiap karya batik lokcan dengan variasi apapun, batik lokcan  batik burung phoenix selalu menjadi ornamen utama. Hal inilah yang menyebabkan morif burung hong sangat melekat oada batik lokcan. Burung hong pada batik lokcan melambangkan kebijaksanaan berdasarkan pada kepercayaan orang Cina. Hingga saat ini, batik lokcan masih dapat dijumpai pada sentra-sentra batik yang berada di wilayah pesisir Jawa.

Batiksolo.id 08118605394 adalah toko batik online yang menyediakan aneka batik berkualitas.

Sejarah Batik Cirebon

sejarah batik cirebon

Sejarah batik Cirebon sudah dimulai lama, bahkan jauh sebelum era Kemerdekaan. Cirebon juga merupakan pusat batik tertua yang memiliki andil terhadap ragam pola batik di pusat-pusat industri batik Jawa Barat lainnya. Seperti jenis batik yang lainnya, Batik Cirebon sendiri juga memiliki sejarah yang unik.

Menurut sejarah batik Cirebon dimulai dari Pelabuhan Muara Jati (yang kini disebut Cirebon) dijadikan sebagai tempat persinggahan para pedagang asing seperti dari Arab, Tiongkok, India, serta Persia. Dengan banyaknya pedagang yang bersinggah dan membawa budayanya, maka tergeraklah untuk membuat kebudayaan baru, salah satunya adalah Batik Cirebon.

Berbicara tentang perkembangan Batik Cirebon tidak akan bisa lepas dari Trusmi, yaitu suatu tempat di Cirebon yang sekarang menjadi sentra batik. Trusmi diawali oleh seorang pemuka agama Islam, bernama Ki Buyut Trusmi. Pada awalnya Ki Buyut Trusmi bersama dengan Sunan Gunung Jati, menyebarkan Agama Islam di kawasan desa Trusmi. Selain mengajarkan Agama Islam, mereka juga mengajari warga setempat keterampilan membatik. Dari kebiasaan mengajarkan keterampilan batik tersebut, maka desa Trusmi terus berkembang hingga kini menjadi pusat Batik Cirebon.

Hingga kini, Batik Cirebon dikenal akan pola berbentuk awan-awan menarik yang disebut sebagai pola Mega Mendung. Motif ini telah menjadi ikon batik pesisiran Cirebon. Pola Mega Mendung ini juga menjadi ciri khas karena pola ini tidak dapat ditemui lagi di penghasil batik pesisir lainnya di sisi utara Jawa. Selain unik dan menarik, pola Mega Mendung juga memiliki konsep dan arti yang kuat. Dalam faham Taoisme, awan merupakan lambang dunia atas. Bentuk awan merupakan gambaran dunia yang luas, bebas, dan memiliki makna ketuhanan. Konsep mengenai awan juga berpengaruh di dunia seni rupa Islam abad ke-16, yang dipakai oleh kaum Sufi untuk menggambarkan dunia besar atau alam bebas. Dari budaya-budaya tersebut, terjadilah asimilasi yang kemudian menghasilkan budaya batik yang baru, yaitu pola batik Mega Mendung.

Sejarah batik Cirebon tidak hanya terdiri dari satu pola Mega Mendung itu saja. Memang, yang paling dikenal oleh masyarakat luas dari Batik Cirebon sendiri adalah pola Mega Mendung tersebut, tetapi ada banyak lagi jenis pola batik khas Cirebon yang masih belum dipengaruhi oleh budaya luar Jawa, seperti batik Paksinaga Liman, Patran Keris, Singa Payung, Singa Barong, Banjar Balong, dan Ayam Alas. Terdapat juga pola yang unik karena didasari oleh sejarah yaitu Batik Kompeni, menggambarkan kondisi tanam paksa saat Indonesia masih dijajah oleh Belanda. Adanya variasi pola Batik Cirebon, dengan warna-warnanya yang berani dan menyala, membuat Batik Cirebon sangat unik dan berbeda dengan batik-batik umumnya seperti Batik Yogyakarta atau Surakarta. Keunikan tersebut yang menjadikan Batik Cirebon sebagai objek kebudayaan berharga yang perlu dijaga serta dilestarikan.

Batiksolo.ID 08118605394 adalah toko batik online yang menyediakan aneka jenis batik berkualitas.

Jenis Jenis Batik Nusantara Yang Populer

jenis batik nusantara

Ada beberapa jenis batik nusantara yang populer, meskipun kata Batik sendiri berasal dari bahasa jawa amba dan nitik, yang berarti menulis titik. Pada dasarnya menulis motif batik dimulai dengan membuat pola berupa titik-titik. Namun seiring berkembangnya waktu, motif batik pun kian beragam dan tidak lagi dilihat menjadi sesuatu yang kuno. Dengan jenis motif batik yang beragam, terdapat beberapa jenis motif yang tergolong cukup populer dikalangan masyarakat. Berikut ini  beberapa contoh jenis jenis  batik nusantara yang cukup populer dengan ragam alasannya:

Batik Mega Mendung

Berasal dari Cirebon, batik ini memiliki ciri khas motif dengan gambar awan yang berukuran besar dan warna yang sangat mencolok. Ragam warna yang sangat disukai dan banyak digunakan antara lain seperti merah tua, ungu, dan hijau tua.

Batik Tujuh Rupa Pekalongan

Motif batik dari kota ini terkenal dengan motifnya yang elegan. Didominasi oleh tumbuh-tumbuhan dan banyak dipengaruhi oleh budaya perdagangan antar bangsa sejak zaman dahulu menjadikan motif batik pekalongan sangat variatif. Ditambah dengan kombinasi batik yang menggunakan tujuh rupa aneka warna.

Batik Parang Rusak

Tidak hanya ditemukan dalam bentuk pakaian, batik ini juga muda ditemui pada jarik dan produk berbahan batik lainnya. Hal tersebut disebabkan oleh variasi motifnya  yang sangat populer di kalangan pecinta batik.

Batik Priyangan Tasikmalaya

Batik Priyangan ini dikenal dengan coraknya yang rapat, rapi, dan berkelas. Dengan dominasi motif rumput dan tumbuh-tumbuhan serta menggunakan warna-warna lembut menjadi ciri dari batik ini.

Batik Lasem

Ciri khasnya yang berupa warna merah menyala, banyak terpengaruh dari kebudayaan Cina pada masanya. Serta beberapa coraknya juga seperti corak tiga negri, latohan, dan krecak yang biasanya menjadi primadona,

Batik Bali

Varian batiknya yang menarik, menjadikan batik ini cukup diminati oleh  masyarakat. Karena dalam batik ini akan banyak ditemui ragam gambar jenis hewan seperti kura-kura, burung, bangau, dan rusa.

Batik Pring Sedapur Magetan

Didominasi dengan gambar-gambar bambu, batik ini seringkali dimaknai sebagai penggambaran dari hidup yang rukun dan tenteram. Karena meneladani karakter bambu yang berarti membuat diri sendiri bermanfaat bagi orang lain.

Batik Malang

Dengan warna-warna cerah dan kombinasi motif gambar-gambar candi di kota malang, menjadikan batik ini sangat unik dan istimewa. Bahkan batik ini pun akan mudah dikenali hanya dengan sekali lihat saja.

Batiksolo.ID 08118605394 adalah toko batik online yang menyediakan aneka kebutuhan batik anda.

Pusat Produksi Kain Pantai Solo

kain pantai solo

Jika mendengar kata Solo atau Surakarta, maka ada kemungkinan hal yang tercetus pertama kali di pikiran adalah batik. Batik merupakan salah satu jenis kain yang paling dikenal dari Indonesia. Batik juga sudah memiliki pengakuan internasional berupa pengakuan dari UNESCO, sehingga wajar saja apabila batik yang banyak dikenal. Namun, tidak hanya batik yang sudah pernah melanglang buana ke kancah Internasional. Terdapat juga jenis kain yang bahkan telah menjadi representasi Indonesia dalam Intermoda Expo 2018, suatu acara busana internasional yang diadakan di Guadalajara, Meksiko. Jenis kain tersebut adalah kain pantai solo khas buatan Mojolaban.

Jika dibandingkan dengan kain-kain yang lain seperti kain tenun Flores atau songket Palembang, memang kain pantai solo Mojolaban bisa dikatakan masih asing di telinga orang banyak. Jenis kain ini sendiri masih belum menjadi produk andalan Indonesia dalam pasar ekspor. Meskipun demikian, ketenaran kain pantai Mojolaban kini mulai perlahan naik, tidak hanya dalam segi kualitas, namun juga dalam segi produksinya.

Kecamatan Mojolaban berlokasi di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Lokasi tepatnya yaitu tujuh kilometer dari tenggara Kota Solo, berbatasan dengan sungai Bengawan Solo. Kecamatan ini dapat menghasilkan sekitar 2.000 meter kain pantai setiap harinya, yang merupakan hasil produksi baik dari industri rumahan ataupun dari pabrik-pabrik besar. Dalam salah satu desa di Mojolaban yang bernama Desa Gadingan, hampir setiap rumah yang ada di desa ini memiliki halaman yang digunakan untuk menjemur kain pantai. Dari hasil produksi tersebut, beberapa telah menembus pasar lokal seperti Yogyakarta dan Bali, dan beberapa perusahaan juga bahkan telah menembus titik ekspor.

Karena ketenaran kain pantai yang sedang naik, daerah Mojolaban kini perlahan menjadi kawasan wisata budaya. Wisatawan sudah mulai berdatangan, domestik ataupun mancanegara. Aktivitas yang dapat dilakukan di Mojolaban tidak hanya berbelanja kain, namun juga menonton proses produksi kain pantai itu sendiri, dari tahap pertama hingga tahap terakhir. Jika wisatawan tersebut beruntung dan datang pada saat yang tepat, maka pengunjung dapat melihat aksi kain-kain yang sedang dijemur di atas bukit-bukit hijau, yang membuat Mojolaban selayaknya lukisan abstrak raksasa. Https://batiksolo.id 08118605394 menyediakan kain pantai solo dengan harga terbaik.

Sejarah Batik Indonesia

sejarah batik indonesia

Pada tanggal 2 Oktober 2009, batik Indonesia diakui UNESCO sebagai “Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity, atau “Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi. Tanggal ini dijadikan oleh Pemerintah Republik Indonesia sebagai Hari Batik Nasional, untuk memperingati pentingnya batik dalam seni budaya Republik Indonesia. Diakuinya batik sebagai warisan dunia menjadi titik penting dalam sejarah batik Indonesia. Memang, terlihat sederhana, namun kain batik yang kita pakai sehari-hari memiliki sejarah yang menarik untuk dipelajari.

Dalam etimologi, kata ‘batik’ sendiri berasal dari dua kata bahasa Jawa, yaitu amba yang berarti ‘menulis’ dan titik yang bermakna ‘titik’. Meskipun kata batik berasal dari bahasa Jawa, namun tidak ada catatan sejarah yang menuliskan kapan batik pertama kali dibuat. G.P. Rouffaer, seorang peneliti dan pustakawan Hindia Belanda saat itu, berpendapat bahwa teknik membatik sendiri pertama kali dikenalkan dari India atau Srilanka pada abad ke-6 atau ke-7, lalu kemudian dibawa ke Indonesia. Di sisi lain, J.L.A. Brandes, seorang arkeolog Belanda, dan F.A. Sutjipto, seorang sejarawan Indonesia, berargumen bahwa tradisi batik adalah budaya asli dari daerah seperti Toraja, Flores, Halmahera, dan Papua.

Sejarah batik Indonesia sendiri sudah amat panjang, G.P. Rouffaer juga menuliskan bahwa pola batik gringsing sudah dikenal dari abad ke-12 di Kediri, Jawa Timur. Dirinya menyimpulkan bahwa pola yang rumit seperti pola batik gringsing ini hanya bisa diciptakan dengan alat bantu berupa canting, sehingga dirinya menyimpulkan bahwa canting telah ada di Jawa pada masa itu. Terdapat pula detail ukiran kain yang menyerupai pola batik dikenakan oleh Prajnaparamita, arca dewi kebijakan Buddha dari Jawa Timur dari abad ke-13. Detail pakaian yang terukir berupa pola sulur tumbuhan dan kembang-kembangan, serupa dengan pola batik tradisional Jawa yang ditemukan sekarang. Hal ini memperkuat kesimpulan G.P. Rouffaer yang menyebutkan bahwa pola batik rumit yang hanya bisa dibuat dengan alat bantu canting telah dikenal di daerah Jawa sejak abad ke-13, atau bahkan lebih awal.

Sejarah batik Indonesia terus berkembang, bagaimanapun sejarah mencatat asal mula kain indah tersebut. Batik Indonesia juga sudah memiliki sepak terjang di kancah Internasional pada abad ke-19. Di literatur Eropa, batik pertama kali diceritakan dalam buku History of Java, yang ditulis oleh Sir Thomas Stamford Raffles, yang menjadi Gubernur Inggris di Jawa semasa Napoleon menduduki Belanda. Pada tahun 1873, seorang saudagar Belanda, Van Rijekevorsel, memberikan selembar kain batik yang diperolehnya saat berkunjung ke Indonesia, kepada Museum Etnik di Rotterdam. Semenjak saat itu, batik mulai mencapai titik emas ketenarannya di kancah Internasional. Saat batik tersebut dipamerkan di Exposition Universelle di Paris pada tahun 1900, batik Indonesia memukau publik dan seniman.

Seiring berjalannya waktu, dan berkembangnya teknologi, telah diciptakan cara-cara baru dalam memproduksi kain batik, seperti batik cap dan batik cetak. Batik-batik tersebut tetap dikategorikan sebagai batik khas Indonesia, meskipun diciptakan dengan mesin otomasi. Ada pula yang mempertahankan cara membatik tradisional menggunakan alat bantu canting, yang disebut batik tulis. Batik pun telah menyerap berbagai macam budaya sepanjang masanya, mulai dari budaya tradisional seperti Yogyakarta dan Surakarta, sampai budaya Internasional seperti Belanda dan Tionghoa. Dengan keanekaragaman batik yang ada sekarang, apalagi sudah diakuinya batik oleh organisasi dunia seperti UNESCO, sudah menjadi kewajiban bagi masyarakat Indonesia untuk melestarikan budaya batik agar tetap lestari.

BatikSolo.ID 08118605394 menyediakan aneka jenis batik Solo dengan harga terbaik.

Batik Indonesia : Dari Pakaian Kerajaan Hingga Fashion Show

batik indonesia

Batik Indonesia merupakan seni menghias kain dengan canting dan cairan lilin malam, yang dikembangkan di Indonesia dengan metode serta teknik membatik tersendiri. Budaya membatik sendiri sebenarnya sudah tumbuh di kawasan timur tengah, seperti Mesir, India, Turki, China, bahkan Jepang. Sebelum akhirnya masuk ke Indonesia, dan dimodifikasi sedemikian rupa kompleksnya, hingga menghasilkan corak yang khas dan bernilai seni tinggi. Kegiatan membatik merupakan tradisi turun menurun, sehingga suatu motif batik dapat dikenali berdasarkan suatu keluarga atau wilayah tertentu. Keindahan Batik Indonesia bahkan sudah tersebar di seluruh dunia, dan ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi oleh UNESCO pada 2 Oktober 2009.

Tradisi Batik Indonesia dibuktikan dengan sejumlah arca batu dari zaman Kerajaan Majapahit, sehingga berdasarkan hal tersebut, tradisi batik di Indonesia dimulai sejak masa itu. Arca batu Harihara, yang merefleksikan Raden Wijaya, terlihat menggunakan batik Kawung. Hal tersebut juga diperkuat dengan sisa-sisa peninggalan batik di wilayah Mojokerto dan Bonorowo, sebagai wilayah bekas Kerajaan Majapahit. Tradisi membatik sendiri pada awalnya hanya tumbuh dan berkembang di dalam wilayah kerajaan. Batik dinilai sebagai sesuatu yang eksklusif, yang hanya digunakan oleh raja dan para pembesarnya. Bahkan motif batik bisa menjadi wujud dari status seseorang. Hingga seiring berjalannya waktu, tradisi penggunaan batik mulai menjalar keluar kerajaan dan mulai banyak digunakaan oleh rakyat biasa. Walaupun sampai saat ini, terdapat beberapa motif batik tadisional yang hanya bisa dipakai oleh keluarga keraton Yogyakarta dan Surakarta.

Batik memang cukup identik dengan pakaian adat jawa, namun tidak cukup sampai disitu, batik pun kini sudah menjadi pakaian nasional bagi orang Indonesia. Penggunaan batik yang sudah tidak lagi hanya dengan bentuk kain, kini sudah marak digunakan dengan berbagai model pakaian pria maupun wanita. Bahkan batik pun digunakan sebagai pelengkap desain interior dan perlengkapan rumah tangga. Tidak hanya itu, penggunaan batik sebagai pakaian bahkan dibawa oleh para desainer lokal Indonesia, ke kancah internasional lewat pagelaran busana atau fashion show, dengan ragam model pakaian yang lebih modern.

BatikSolo.ID 08118605394 adalah toko batik online, yang menyediakan aneka kebutuhan batik dengan harga terbaik.

 

Motif Batik Tradisional Dan Maknanya

motif batik tradisional

Pada umumnya, terdapat 3 jenis motif batik. Yakni motif tradisional, motif pesisir, dan motif kontemporer. Jenis motif batik tersebut dibagi berdasarkan daerah asalnya, maknanya, dan gambarnya. Motif batik tradisional dianggap lebih memiliki makna yang filosofis, dan berasal dari kepercayaan masyarakat jawa, terutama para pengrajinnya. Umumnya motif batik tradisional mengandung warna-warna gelap, yang didominasi warna coklat, serta memancarkan kewibawaan dan keseriusan. Motif batik dinilai dari ragam keindahan visual dan keindahan filosofinya. Keindahan visual ini berarti datang dari indera pengelihatan manusia, yang mana timbul dari harmoni perpaduan berbagai warna dan susunan berbagai bentuk. Sedangkan keindahan filosofi, didapatkan dari pemahaman terhadap pesan-pesan yang ingin disampaikan melalui gambar-gambar pada kain batik.

Daerah-dareah yang menghasilkan motif batik tradisional ini pada umumnya adalah Solo, Yogyakarta, Sragen, dan Semarang. Berikut ini motif-motif yang berasal dari beberapa daerah tersebut:

  • Batik Sido Luhur. Motif batik ini mencerminkan sebuah harapan bahwa pemakainya dapat mencapai kehidupan yang luhur, terhormat dan bermartabat. Serta selalu sehat secara jasmani dan rohani.
  • Batik Sido Mukti. Motif batik ini sering digunakan pada acara pernikahan. Makna filosofis di dalamnya adalah kemakmuran, serta harapan agar seseorang dapat mencapai kebahagian lahir dan batin.
  • Batik Sido Mulyo. Motif batik ini memberikan sebuah harapan agar seseorang mencapai kemuliaan. Batik ini juga biasa dipakai  dalam perkawinan, dengan harapan kelak keluarga baru ini akan berhasil dan mendapatkan kehormatan.
  • Batik Cuwiri. Batik ini kerap digunakan untuk memperingati usia bayi dalam kandungan yang sudah mencapai 7 buan. Filosofi di dalamnya adalah harapan agar lahir  sudah memiliki hal hal yang bermanfaat, sehingga disegani oleh masyarakat.
  • Batik Kawung. Makna kain ini adalah sebuah visualisasi nurani yang lurus
  • Batik Tambal. Filosofi batik ini adalah harapan agar seseorang yang sedang sakit segera sehat, dan kerusakan pada dirinya dapat segera diperbaiki.
  • Batik Truntum. Batik ini juga kerap digunakan pada acara pernikahan. Namun batik ini dipakai oleh orang tua kedua calon pengantin. Karena diharapkan orang tua kedua calon pengantin dapat memberikan tuntunan yang baik kepada kedua mempelai dalam menjalani lembaran hidup baru keluarganya.
  • Batik Parang. Motif ini terinspirasi dari batu terjal yang kokoh diterpa gelombang laut, melambangkan keinginanan yang tidak tidak pernah mati. Motif ini juga melambangkan kekuasaan.
  • Batik Grompol. Filosofi dibalik motif batik ini adalah harapan ibu bapak terhadap buah hatinya, dimana semua hal yang berguna dapat menjadi satu. Seperti rejeki, kebahagiaan, ketentraman dan kerukunan.

Batiksolo.id 08118605394 merupakan toko online batik dan menyediakan aneka batik berkualitas.

Kain Lurik, Pesona Kain Motif Sederhana

kain lurik

Berasal dari kata “lorek” dalam bahasa jawa, kain lurik memiliki arti corak dengan bentuk lajur atau garis. Di daerah Solo dan Yogyakarta, kain lurik dibuat menggunakan teknik amanan wareg (anyaman polos). Bahan dasar pembuatan kain lurik ini sendiri bisa terbuat dari bahan serat, kapas, serat kayu, serat sutera, hingga serat sintetis. Awal pembuatannya berangkat dari benang katun yang diberikan pewarnaan selama satu hari, yang kemudian dikeringkan dan tidak boleh terkena banyak sinar matahari. Setelah itu masuk ke proses pemintalan, dan yang terakhir adalah proses sekir atau proses pembuatan motif. Harga kain lurik cenderung lebih murah dibandingkan dengan kain batik lainnya. Hal ini dikarenakan adanya penggunaan mesin yang mencetak kain lurik sehingga membuat proses produksi menjadi lebih efisien dan cepat.

Pada dasarnya lurik memiliki 3 motif dasar, yakni:

  • Motif lajuran. Yaitu motif yang coraknya garis-garis panjang dan searah dengan sehelai kain.
  • Motif pakan malang. Motif ini memiliki corak garis-garis yang searah dengan lebar kain.
  • Motif cacahan. Sedangkan motif yang ini, memiliki corak yang cenderung kecil-kecil.

Pada awalnya, kain lurik ini motifnya masih sangat sederhana, hanya hitam, putih, atau kombinasi keduanya. Fungsi dari kain ini adalah sebagai status simbol dan fungsi ritual keagamaan. Dulunya kain ini memang banyak digunakan masyarakat sebagai pakaian sehari-hari. Untuk wanita, kain lurik biasa dijadikan sebagai kebaya. Sedangkan untuk laki-laki, biasanya hanya dijadikan sebagai bahan baju seperti sorjan. Kain lurik juga biasa dipergunakan sebagai bahan selendang yang berfungsi untuk menggendong tenggok. Motif lurik yang digunakan keluarga Keraton juga berbeda dengan yang digunakan dalam upacara adat. Begitu pula dengan motif di keraton yang berbeda-beda, seperti motif telupat untuk Abdi Dalam dan untuk tentara dibedakan berdasarkan daerah, ada namanya Jokokaryo, Ketambung, dan lain-lainnya. Kini, penggunaannya semakin beragam karena warna dan motifnya pun kian berkembang. Tidak hanya lagi di produksi menjadi pakaian dan bahan selendang, kain ini sudah bisa dinikmati dengan bentuk yang lebih fungsional lagi seperti tas, dompet, bahkan sepatu dan bebas digunakan oleh siapapun. 

Batiksolo.id 08118605394 merupakan toko batik online yang menyediakan aneka kebutuhan Batik anda, dengan berbagai kualitas.

Batik Lasem Pesona Batik Indonesia

batik lasem

Lasem merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Dulu, Lasem dikenal juga sebagai “Tiongkok Kecil”, dikarenakan kota tersebut merupakan kota awal pendaratan kaum Tionghoa di Tanah Jawa, yang menjadikan Lasem sebagai salah satu daerah yang memiliki perkampungan Tionghoa paling banyak. Dengan latar belakang daerah tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa motif pada batik lasem memiliki pengaruh Tionghoa yang kuat.

Salah satu ciri khusus Batik Lasem yang tidak akan ditemukan pada batik lain adalah warna merahnya, yang dikenal dengan nama warna abang getih pithik atau warna darah ayam. Warna ini terbuat dari akar mengkudu dan akar jiruk ditambah air Lasem yang kandungan mineralnya sangat khas. Warna darah ayam ini bahkan tidak bisa direplika di dalam laboratorium sekalipun. Warna merah tersebut sudah diakui sebagai warna merah terbaik yang tidak dapat ditiru pembuatannya di daerah lain.

Selain dari warna merahnya yang khas, Batik Lasem memiliki pembeda lainnya, yaitu pola dari batik itu sendiri. Motif Batik Lasem secara umum hanya ada dua motif, yaitu motif China dan non-China. Batik Lasem Motif Non-China, seperti namanya, tidak dipengaruhi oleh budaya Tionghoa. Motif ini didominasik oleh motif batik Jawa, diantaranya adalah motif Sekar Jagad, Kendoro Kendiri, Grinsing, Kricak atau Watu Pecah, Pasiran, Lunglungan, Gunung Ringgit, Pring-pringan, Pasiran Kawung, Kawung Mlathi, Endok Walang, dan banyak lainnya. Namun yang paling mudah untuk dibedakan adalah Motif Latohan, Sekar Jagad, dan Kricak atau Watu Pecah. Latohan merupakan buah dari tanaman yang hidup di tepi laut, sementara Sekar Jagad merupakan kumpulan motif bunga yang sedang terserak. Sedangkan Kricak atau Watu Pecah merupakan motif yang terinspirasi dari pembangunan jalan proyek Daendels.

Batik Lasem Motif China, yaitu batik tulis Lasem yang motifnya dipengaruhi oleh budaya China dan Tionghoa, memiliki unsur oriental yang sangat kental. Contoh yang paling kentara adalah pemakaian fauna pada pola batik, seperti motif burung hong (phoenix) yang dikenal sebagai Lok Can, naga (liong), kilin, ayam hutan, ikan emas, kijang, dan lain sebagainya. Selain Fauna, motif flora juga beberapa kali digunakan dalam motif batik lasem cina, seperti bunga seruni, peoni, magnolia, sakura, serta bambu. Motif motif dari Lasem ini memperkaya dan memberikan pesona tersendiri terhadap Batik Indonesia.

https://batiksolo.id 08118605394 adalah toko batik Online yang menyediakan aneka Batik dengan harga terbaik.