Teknik Pembuatan Batik Jumputan

batik jumputan

Salah satu teknik membuat batik adalah Jumputan, Jumputan berasal dari bahasa Jawa yang artinya mengambil atau menjumput dengan ujung jari tangan. Teknik ini amatlah berbeda dengan pembuatan batik cap ataupun tulis yang memanfaatkan media lilin panas yang menghalangi warna pada proses pencelupannya, pada Batik  Jumputan penghalangan warna ini menggunakan karet, tali ataupun benang jahit. Tidak ada motif yang dianut dalam proses pembuatan batik jumputan ini, berbeda dengan proses pembuatan batik tulis dimana ada makna, filosofi dan corak yang bisa didefinisikan.  Teknik jumputan ini tidak berasal dari Indonesia, konon berasal dari India dan dibawa ke Indonesia oleh para pedagang dari Tiongkok dan banyak berkembang di Solo, Yogya, Pekalongan dan Palembang.

Secara sederhana pembuatan Batik Jumputan ini, menggunakan kelereng atau bijian bijian yang diikat pada kain mori putih, ikatan yang digunakan karet, tali atau dijahit dengan benang. Pada permukaan kain mori akan timbul tonjolan tonjolan atau mrentul dalam bahasa Jawa. Dalam 1 m2 kain mori diperlukan 25 butir kelereng. Kemudian langsung dilanjutkan dengan proses pencelupan warna, pencelupan nya sendiri tergantung dari kedalaman warna yang diinginkan. Setelah diangkat dari pewarnaan, kain akan di tiriskan sampai air kering. Setelah proses pengeringan selesai ikatan bisa langsung dibuka, hasil ikatan ikatan yang tidak terpapar warna ini akan menghasilkan bentuk bentuk unik dan bila memerlukan warna lain proses pencelupan bisa diulang dengan dan melakukan ikatan lagi.

BatikSolo.ID 08118605394 meenyediakan aneka batik Jumputan khas Solo dan melayani pengiriman batik ke seluruh Indonesia