Motif Klasik Batik Solo Beserta Asal Usulnya

motif klasik batik solo

Motif ┬áKlasik batik Solo yang populer hingga saat ini, baik itu untuk pakaian pada prosesi pernikahan atau hanya untuk pemakaian sehari-hari kebanyakan dari desain motif batik “sido” karena fiosofinya yang memuat pengharapan untuk kehidupan yang sejahtera dan bahagia. Beberapa motif batik yang kurang populer ternyata salah satu diantaranya ialah merupakan motif batik tertua yang ada di Nusantara, berikut beberapa penjelasan motif batik Surakarta beserta asal-usulnya.

  1. Motif Gringsing.

Motif batik Gringsing membentuk pola yang menyerupai sisik ikan. Gringsing adalah salah satu motif batik tertua. Ilmuan asal Belanda Rouffaer menyatakan bahwa gringsing sudah disebutkan pada sekitar kurun waktu abad ke-12 di Kerajaan Kediri, Jawa Timur. Gringsing biasanya dipakai sebagai motif dasar, ornamen utamanya ada yang berupa buketan, atau pola bunga dengan isen-isen berupa cecek. Gringsing klasik biasanya berwarna biru indigo atau merah kesumba karena masih menggunakan teknik pewarnaan menggunakan bahan-bahan alami. Filosofi batik Gringsing adalah sebagai simbol keseimbangan, kemakmuran, dan kesuburan.

  1. Motif Nitik/Jlamprang.

Motif klasik batik Solo,Jlamprang sesungguhnya adalah salah satu motif batik pesisir (Pekalongan), di Yogja dan Surakarta, motif serupa dinamakan motif nitik. Nitik berasal dari kata “tik” yang berarti tetesan. Akar kata ini juga mempunyai padanan makna dengan “tik” pada kata batik, sehingga para ilmuan menyatakan bahwa motif ini adalah motif yang paling kuno diantara yang lain. Di Solo, motif batik ini memeang kurang populer, namun di Pekalongan, motif Jlamprang sangat populer, produksi batik ini berada di daerah Krapyak, Pekalongan. Motif nitik/jlamprang merupakan pengembangan dari motif patola. Patola adalah pola kain tenun yang bermotif geometris, karena terinspirasi dari kain tenunan, maka motif nitik/jlamprang berbwntuk pola segiempat yang menyerupai anyaman. Patola di Jawa lebih familiar disebut dengan kain cinde. Batik Jlamprang lebih berkembang di daerah pesisir, hingga saat inj, jlamprang masih digunakan pada acara-acara adat di Pekalongan. Motif cakar yang terdapat pada nitik/jlamprang dipercaya terisnpirasi oleh bentuk cakra, senjata Dewa Wisnu yang menyerupai roda. Karena motif jlamprang/nitik digunakan dalam kegiatan ritual, maka filosofi yang terkandung didalamnya ialah sebagai perlambang kehidupan, penyambung antara dunia manusia dengan pencipta.

  1. Motif Sekar Jagad

Motif Sekar Jagad termasuk dalam kategori pola tambal. Motif tambal berbentuk geometris dengan detailnya berupa motif parang, ceplok atau truntum. Motif geometris tambal diantaranya ialah tambal kitiran dan tambal sripamiluta, motif yang paling populer ialah Kar Jagad (Sekar Jagad). Sekar Jagad tergolong motif tambal yang tidak geometris. Pola tambal pada Sekar Jagad sesungguhnya membentuk peta gambaran dunia. Kar berasal dari bahasa Belanda kaart yang berarti peta. Sering kali, kata kar ini membingungkan karena mirip dengan sekar dalam bahasa Jawa yang berarti bunga. Karena hal itulah motif Kar Jagad menjadi Sekar Jagad, perubahan penyebutan ini mengakibatkan perubahan makna. Sekar Jagad diartikan menjadi bunga alam semesta. Pemaknaan ini tidak benar karena motid Kar Jagad sesungguhnya menggambarkan peta dunia.

  1. Ceplok Kasatriyan.

Pola ceplok atau ceplokan secara umum termasuk kategori pola geometris berupa persegiempat, lingkaran atau bintang. Pada dasarnya ceplok merupakan pola geometris dengan ornamen abstrak atau unsur kehidupan beruoa tumbuh-tumbuhan atau binatang. Filosofi motif batik ceplok kasatrian agar pemakainya terlihat gagah seperti seorang kesatria. Kain ini dipakai untuk kirab pengantin.

Masih banyak lagi berbagai motif klasik batik Solo yang hingga saat ini masih bertahan,meskipun sudah banyak juga dikombinasikan dengan motif lain. Untuk mendapatkan aneka jenis batik ini njenengan bisa mendapatkan secara online dari web batik solo 08118605394 aneka batik Solo berkualitas.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *