Motif Batik Parang Dari Segi Filosofinya

motif batik parang

Pada pembahasan sebelumnya sudah dipaparkan makna dan filosofi motif batik klasik kawung. Motif selanjutnya yang akan dibahas adalah motif batik Parang. Menurut asal penamaannya parang berasal dari kata pereng (lereng). Konon motif batin ini diciptakan oleh Panembahan Senopati saat beliau melakukan meditasi di pantai Selatan. Beliau terinspirasi oleh karang yang rusak oleh terjangan ombak. Motif parang memiliki bentuk dasar leter S yang melambangkan ombak yang bergulung dan bentuk dasar S tersebut saling menjalin menunjukkan adanya kesinambungan.

Motif batik parang termasuk dalam motif yang terlarang digunakan oleh rakyat jelata. Lebar atau sempitnya goresan motif parang yang dipakai menunjukkan status sosial yang berbeda. Secara filosofis, batik parang mengandung makna petuah untuk tidak menyerah ibarat kuatnya ombak laut yang mampu memecah karang, serta jalinan yang berkesinambungan memberi petuah untuk selalu memperbaiki dari dalam hal apapun, baik kesejahteraan maupun pertalian kekeluargaan. Batik motif parang menjadi simbol bagi kesatria yang pulang dari medan perang dengan kemengan.

Seperti halnya motif kawung, motif batik parang juga terbagi menjadi beberapa jenis. Yang pertama motif Parang Rusak. Motif inibterinspirasi oleh tebing pantai yang mampu dirusak atau dikikis oleh kuatnya ombak pantai.  Parang Rusak melambangkan perjuangan keras dalam diri manusia yang berjuang mengendalikan nafsu mereka untuk mencapai kebijaksanaan dalam kehidupannya. Kedua, motif Parang Barong. Motif ini memiliki goresan yang lebih lebar dibandingkan Parang Rusak. Parang Barong diciptakan oleh Sultan Agung Hanyakrakusuma. Parang Barong melambangkan petuah kehati-hatian dan kewaspadaan sebelum bertindak sesuatu. Ketiga, motif Parang Klitik. Motif jenis ini memiliki giresan oarang yang cenderung halus. Ukurannya parangnya lebih kecil dan mencitrakan feminitas. Batik jenis Parang Klitik biasa dipakai oleh para puteri raja. Filosofi yang terkandjng didalamnya ialah sifat kelemah lembutan, perangai dan perilaku halus, serta kebijaksanaan. Keempat, motif Parang Slobog. Motif jenis ini biasa dipakai dalam acara pelantikan. Parang Slobog melambangkan keteguhan dan kesabaran. Filosofi pada Parang Slobog sebagai pakaian untuk pelantikan adalah harapan agar pemimpin yang dilantik sanggup mengemban tugasnya secara amanah yang diikuti oleh kebijaksanaan.

Batiksolo.id 08118605394 toko batik Solo online menyediakan motif klasik parang ini dengan menggunakan bahan berkualitas dari katun berkualitas tinggi hingga sutra.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *