Motif Batik Mega Mendung Pesona Batik Cirebon

batik mega mendung

Motif Batik Mega Mendung merupakan motif kain batik yang berasal dari Cirebon. Dengan ciri khas motif yang menyerupai bentuk awan-awan, motif batik ini menjadi sebuah ikon karya seni kota Cirebon memiliki pesona yang luar biasa. Kekhasan motif ini tidak hanya terletak pada motif yang berupa gambar menyerupai awan dengan warna-warna tegas saja, namun juga pada nilai-nilai filosofi yang terkandung dalam motifnya.

Lebih jauh lagi tentang filosofi Motif Batik Mega Mendung ini, kata ‘mendung’ sendiri berarti sebuah sifat manusia yang tidak mudah marah dan sabar. Ketika diterapkan dalam kehidupan nyata, ternyata makna tersebut diartikan sebagai wujud dari para seniman batik yang telaten, tidak mudah emosi, serta penyabar. Hal tersebut juga dimaknai lebih lanjut untuk para pemakainya, diharapkan pengguna motif ini dapat menjadi sosok pribadi yang sabar, bisa mendinginkan suasana, dan memiliki pribadi yang baik. Dalam motif batik ini, gambar awan yang dibuat secara horizontal dimaksudkan agar si awan mendung tersebut dapat mendinginkan suasana di bawahnya. Pasalnya, memang segala hal yang berhubungan dengan motif ini syarat akan makna mendalam, termasuk bagi orang-orang disekitarnya.

Makna Motif Batik Mega Mendung lainnya yang lebih mendalam dapat dilihat dari penggunaan warna pada proses pembatikkan. Unsur warna biru dengan selingan warna merah yang dulu selalu digunakan, menggambarkan maskulinitas dan juga suasana dinamis. Karena pada saat itu proses pembuatannya disertai dengan campur tangan laki-laki kaum tarekat yang sedari awal memang merintis tradisi batik di Cirebon. Warna biru dan merah tua juga secara psikologis menggambarkan masyarakat pesisir yang lugas, terbuka, dan egaliter. Ragam warna biru yang digunakan mulai dari warna biru muda yang menggambarkan makin cerahnya kehidupan, hingga biru tua yang menggambarkan awan gelap dengan kandungan air hujan dan memberi kehidupan.

Sedangkan untuk sejarah Motif Batik Mega Mendung sendiri berawal dari kedatangan bangsa China ke wilayah Cirebon, yang terutama merujuk pada pernikahan Sunan Gunung Jati dengan Ratu Ong Tien pada abad ke-16. Bermula dari adanya proses percampuran kebudayaan lah kemudian rakyat Cirebon mulai mengenal beberapa benda seni seperti piring, keramik, dan kain yang bermotif awan. Di China, awan direpresentasikan oleh Kaum Sufi sebagai wujud dari konsep yang luas dan bebas. Kemudian hal ini menjadi perhatian para seniman batik Cirebon untuk menuangkannya ke dalam kain batik, dan menciptakan suatu nama motif baru yaitu Motif Batik Mega Mendung. Yang membedakan motif batik China dengan batik Mega Mendung terdapat pada pola bentuk awan. Motif batik China memiliki garis awan berbentuk lingkaran atau bulatan, sedangkan batik Mega Mendung berbentuk lonjong, segitiga, dan cenderung lancip.

http://batiksolo.id 08118605394 menyediakan aneka motif batik termasuk motif megamendung ini dengan berbagai kualitas dengan harga ecer ataupun grosiran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *