Motif Batik Kawung Dari Segi Filosofinya

motif batik kawung

Kepopuleran batik memang banyak membawa dampak positif bagi berbagai pihak, namun ditengah-tengah popularitasnya kini motif batik yang kaya filosofis menjadi kabur. Masyarakat modern cenderung membeli batik hanya berdasarkan selera estetis semata, motif batik dengan berbagai kombinasi corak dinilai dari segi elok dipandang mata, bukan filosofi yang terkandung didalamnya. Beberapa motif batik klasik Solo kini sudah bukan menjadi ageman eksklusif di dalam keraton saja, banyak pedagang batik tulis halus di Pasar Klewer yang menjual motif-motif tersebut.

Untuk menambah pemahaman seputar batik, tidak ada salahnya mempelajari filosofi batik melalui motif-motifnya sebelum membeli atau bahkan memutuskan untuk menjadi seorang kolektor batik. Pada bagian pertama ini motif yang akan dibahas adalah motif batik Kawung.

Asal-usul penamaan kawung berasal dari sejenis tumbuhan jenis kelapa-kelapaan. Penampakan kawung lebih mirip seperti kolang-kaling. Ciri motif batik kawung adalah penataannya yang rapi tersusun secara geometris. Kawung juga diinterpretasikan sebagai bunga teratai sebagai simbol kesucian. Interpretasi tersebut mendapat pengaruh dari kepercayaan Hindhu-Budha yang memandang bunga teratai sebagai simbol kemurnian.

Motif batik kawung juga memiliki keberagaman. Keberagaman motif kawung biasanyabdapat diamatibdari ukuran besar kecilnya bulatan yang terbentuk pada motif. Terdapat tiga macam kawung. Penamaan jenis kawung ini diidentikkan dengan ukuran logam mata uang kuno jaman dulu, yaitu picis, bribil, dan sen. Picis adalah jenis kawung yang memiliki bulatan paling kecil diantara yang lain. Picis adalah mata uang yang nilainya paling rendah. Bribil mempunyai bulatan lebih besar dibanding picis dan nilainya setengah dari mata uang sen, sedangkan kawung yang bulatannya paling lebar adalah kawung sen. Jenis kawung ini mempunyai bulatan terbesar dibanding picis dan bribil.

Dahulu, motif kawung hanya diijinkan dipakai oleh kalangan kerajaan atau pejabat saja karena filosofi dari batik ini adalah mempunyai pengharapan agar manusia selalu ingat asal-usulnya. Orang yang memakai motif kawung mencerminkan kepribadiannya yang sanggup menjaga keseimbangan dalam kehidupannya, mampu mengendalikan hawa nafsu dan menjaga kemurnian hati nurani.

BatikSolo.id 08118605394 toko batik solo online menyediakan motif kawung dengan menggunakan bahan kain dari katun berkualitas hingga sutra kualitas tinggi dan di buat menggunakan metode cap ataupun tulis.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *