Mengenal Canting Batik Tulis Dan Bahan Pembuatan Batik

canting batik tulis

Canting Batik Tulis merupakan alat utama dalam tahapanĀ  proses kreasi batik. Kenapa Canting Batik Tulis ? Karena alat membuat Batik Cap juga disebut Canting, untuk memudahkan selanjutnya dalam artikel ini Canting Batik Tulis hanya disebut sebagai Canting. Beberapa hal tentang Canting yang bisa menambah pengetahuan dibidang per batik an ini,

Canting sendiri sudah familiar di masyarakat sebagai alat untuk menorehkan malam pada kain mori yang sudah berpola, namun pemahaman masyarakat hanya sampai disitu saja. Secara anatomi, canting memiliki tiga bagian. Bagian paling depan berbentuk lubang kecil tempat keluarnya malam disebut cucuk, bagian untuk menampung malam panas bernama nyamplung, dan gagang berfungsi sebagai pegangan. Cucuk dan nyamplung terbuat dari tembaga sedangkan bagian gagang terbuat dari kayu atau bambu. Canting ternyata memiliki banyak jenis dengan fungsi yang berbeda-beda. Jenis-jenis canting beserta fungsinya sebagai berikut:

  1. Canting Rengreng, untuk membuat pola motif dasar pada batik.
  2. Canting Isen, fungsinya untuk membuat pola isen-isen pada batik. Canting isen ada yang bercucuk tunggal ada pula yang bercucuk banyak.
  3. Canting Cecekan, canting ini berfungsi untuk membuat isen berupa titik atau garis lengkung.
  4. Canting Loron, canting ini memiliki cucuk ganda. Fungsinya sebagai pembuat garis rangkap pada motif batik.
  5. Canting Telon, canting ini memiliki bentuk cucuk berupa segitiga. Fungsi dari canting ini ialah untuk membuat isen dengan bentuk segitiga.
  6. Canting Prapatan, canting isen untuk membuat pola segiempat.
  7. Canting Liman, canting untuk isen dengan bentuk segiempat namun terdapat titik ditengah bentuk segiempat tersebut.
  8. Canting Renteng, canting ini memiliki cucuk berjejer yang biasanya berjumlah genap. Canting jenis ini berfungsi untuk membiat pola garis rangkap sekaligus untuk mendapatkan jarak yang sama antar garis.
  9. Canting Byok, canting byok berfungsi membuat motif lingkaran berupa titik-titik. Biasanya jumlah titik pada canting ini berjumlah ganjil.
  10. Selain jenis-jenis canting tradisional, seiring perkembangan teknologi kini telah ditemukan canting elektrik. Canting ini lebih efisien dalam penggunaannya karena dapat menghemat malam serta hasil goresan bisa langsung menembus bagian sisi lain kain. Bentuk cucuk juga dapat disesuaikan dengan keperluan.

Untuk Bahan bahan pembuatan batik sendiri secara garis besar terdiri dari :

  1. Malam atau lilin. Malam digunakan untuk menutup bagian kain yang bermotif. Tujuannya agar saat proses pewarnaan bagian yang tertutup malam membentuk sesuai motif. Pada jaman dahulu malam atau lilin diperoleh dari sarang tawon, namun sekarang malam menggunakan bahan nabati seperti minyak kelapa atau getah pohon pinus. Terdapat tiga jenis malam, yakni 1) malam malam klowong, malam ini berfungsi untuk menutup pola dasar, 2) malam tembok, jenis malam untuk ngeblok bidang luas, 3) malam bironi, digunakan untuk menutup warna biru pada isen-isen.
  2. Kain Mori. Mori adalah jenis kain katun yang terbuat dari kapas. Semakin halus kain yang dipakai maka hasil batik semakin bagus. Panjang kain mori yang dipergunakan disesuaikan menurut tujuan pemakaian, untuk jarit (kain penutup) atau sebagai baju.
  3. Pewarna kain batik. Teknik pewarnaan batik dengan cara tradisional masih mempertahankan penggunaan bahan-bahan alami seperti secang, akar mengkudu, atau kunyit, namun seiring perkembangan jaman sekarang pewarnaan batik juga menggunakan bahan sintetis. Alasannya untuk efisiensi waktu dan budget. Pewarna alami harganya lebih mahal dibanding pewarna sintetis, maka pengusaha batik lebih memilih penggunaan pewarna sintetis untuk produksi massal.

BatikSolo.ID 08118605394 merupakan toko batik online spesialis Batik Solo, aneka jenis dan kualitas batik bisa didapatkan disini.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *