Batik Cirebon Dan Batik Sumenep Pesona Batik Nusantara

batik cirebon

Batik Cirebon dan Batik Sumenep juga memiliki pesonanya sendiri, khazanah batik Nusantara tak hanya dimonopoli oleh sentra batik yang ada di Jawa Tengah seperti Solo, Jogja, dan Pekalongan. Ujung barat dan timur pulau Jawa juga menyimpan kekayaan batik yang khas. Di barat pulau Jawa asal daerah pembuat batik yang termasyur adalah Cirebon, sedangkan di timur Jawa terdapat batik Sumenep, Madura.

Batik Cirebon dibedakan menjadi dua, yakni batik keratonan dan batik pesisir. Batik keratonan dipengaruhi oleh keberadaan dua kerajaan di Cirebon, yakni keraton Kasepuhan dan Kanoman. Sedangkan pada batik pesisiran dipengaruhi oleh karakter masyarakat pesisir yang terbuka maka batik pesisiran merupakan hasil akulturasi berbagai etnis yang ada di pesisir Cirebon. Etnis Tionghoa membawa pengaruh  yang dapat ditemui pada motif mega mendung. Filosofi dari mega mendung ialah seperti pada kepercayaan Tionghoa, bahwa hujan dipercaya membawa kesuburan dan pembawa kehidupan.

Motif batik Cirebon pada dasarnya dapat digolongkan dalam lima jenis. Pertama, Wadasan. Motif wadasan memuat ornamen-ornamen khas keraton. Motif-motif wadasan diantaranya Singa Payung, Naga Saba, Taman Arum, Mega Mendung. Kedua, Geometris. Motif yang meniru bentuk geometri berulang, contoh motifnya adalah Tambal Sewu, Liris, Kawung, Lengko-lengko. Ketiga, Pangkaan (buketan). Menampilkan ornamen berupa rumpun pohon atau rangkaian bunga dan terdapat pola butung atau kupu sebagai ornamen pelengkap. Motif Pangkaan antara lain: Pring Sedapur, Kelapa Setundun, Soko Cino, Kembang Terompet. Keempat, Byur. Ciri khas motif ditandai dengan ornamen pelengkap bunga dan dedaunan kecil yang mengelilingi ornamen utama. Contohnya dapat dijumpai pada motif Karang Jahe, Mawar Sepasang, Dara Tarung, Banyak Angrum. Kelima, Semarangan. Motif ini menampilkan pola ceplok-ceplokan dengan ornamen berulang yang letaknya saling renggang. Contoh motifnya adalah Piring Selampad dan Kembang Kantil. Motif yang sangat khas dari Cirebon dan menjadi ikon adalah batik dengan corak Mega Mendung. Batik dengan corak ini tidak dimiliki oleh daerah lain.

Beralih ke bagian timur pulau Jawa, tepatnya ke Madura. Madura tak hanya tersohor dengan sate atau karapan sapi saja, ternyata batik Madura juga memiliki keunikan corak. Terdapat beberapa daerah penghasil batik di Madura, salah satunya di sentra batik Pakandangam, Bluto, Sumenep. Ciri khas batik Sumenep ialah adanya pewarnaan merah yang diterapkan  pada setiap ornamen bunga, daun, bahkan tangkai. Batik Sumenep juga termasuk batik pesisir yang banyak dipengaruhi oleh etnis Tionghoa. Warna-warna pada batik Sumenep cenderung cerah. Batik asal Sumenep yang menjadi buruan para kolektor batik adalah batik gentongan. Disebut demikian, karena proses perendaman kain batik dilakukan dalam sebuah gentong. Yang menjadikan batik ini diburu dan harganya sangat mahal ialah terletak pada proses pewarnaannya yang memakan waktu sangat lama, yakni 3-6 bulan. Keunikan batik gentongan ialah semakin dicuci maka warna yang dihasilkan akan semakin cerah.

Http://batiksolo.id 08118605394 toko batik online yang menyediakan aneka batik berkualitas dari berbagai daerah di Nusantara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *